Mengulas Tentang 4 Jenis Injeksi dan Manfaatnya

thumbnail

 

Salah satu tindakan yang bisa dilakukan oleh seorang tenaga medis adalah dengan memberikan injeksi  atau suntik kepada pasien. Dimana tindakan ini merupakan jenis tindakan medis yang sering sekali dilakukan dan merupakan salah satu proses yang dilakukan untuk berbagai kegiatan medis. Jenis tindakan ini juga dikenal dengan shot atau jab dan merupakan proses untuk memasukan cairan ke dalam tubuh dengan cara menggunakan media jarum suntik. Penggunaan tindakan ini sendiri bisa dilakukan untuk berbagai kegiatan misalnya dari akan memasukkan infus, tindakan keluarga berencana, dan juga untuk beberapa kegiatan terapeutik. Selain dari tujuannya, ada juga beberapa jenis tindakan pemberian suntik ini dan juga manfaat yang dapat diberikan. Adapun beberapa tindakan suntik yang aman dan dikerjakan oleh tenaga medis adalah sebagai berikut:

1. Suntikan intramuskular

Jenis suntikan yang pertama disebut dengan suntikan intramuskular dan merupakan tindakan untuk memberikan obat secara intramuskular. Sehingga untuk manfaat tindakan suntik yang satu ini memang untuk memberikan obat lewat jarum suntik. Adapun untuk manfaat yang bisa didapatkan dari tindakan ini adalah obat akan lebih mudah untuk diserap tubuh dan juga penyerapannya lebih cepat. Prosesnya sendiri dapat dilakukan dengan menggunakan jarum suntik diameter 5 hingga 10 ml dengan panjang 6 hingga 8 cm. Area yang diberikan suntikan intramuskular sendiri umumnya pada bagian bokong, kaki, dan juga pada bagian lengan atas.

2. Suntikan intradermal

Untuk jenis selanjutnya adalah suntikan intradermal yang merupakan jenis suntikan tidak masuk ke bawah dermis. Jenis suntikan ini sendiri bisa didapatkan lewat vaksinasi dan mempunyai manfaat untuk dapat mengetahui apabila pasien mempunyai alergi. Untuk jenis suntikan yang dipilih untuk jenis ini adalah jarum suntik 1 milliliter dengan panjang 1,5 cm. Sedangkan untuk bagian yang akan di suntik adalah pada bagian yang tidak mudah luka dan mengalami infeksi.

3. Suntikan subkutan

Jenis suntikan selanjutnya adalah subkutan yang merupakan suntikan yang menggunakan zat yang penyerapannya dapat diserap secara lambat. Sehingga jenis ini pada umumnya untuk bahan seperti morfin dan juga antropin. Sedangkan untuk jarum yang digunakan adalah menggunakan jarum kecil panjang 1,5 hingga 2 cm dengan diamternya 2,5 ml. Adapun untuk jenis suntikan ini biasanya digunakan untuk vaksin ataupun obat yang dapat untuk mengatasi masalah kesehatan seperti vaksin MMR, varisela, dan zoster yang bermanfaat untuk herpes dan zoster.

4. Suntikan endovena

Jenis suntikan yang terakhir adalah suntikan endovena yang merupakan teknik untuk memasukan zat ke peredaran darah. Jenis ini menggunakan suntikan ke dalam vena yang mudah untuk diakses sehingga pada umumnya dilakukan di bagian lekukan siku atau juga di lengah bawah. Pada umumnya untuk jenis suntikan endevona ini digunakan untuk obat yang juga dapat meresap lebih cepat ke pembuluh darah.

Di atas merupakan beberapa injeksi yang dapat dilakukan oleh tenaga medis. Sehingga setiap suntikan tentunya mempunyai tujuan dan fungsi yang berbeda. Ketika melakukan suntikan harus memilih jenis zat yang tepat, lokasi yang tepat untuk memaksimalkan efek obat, jenis penyerapan obat tersebut, dan juga dari manfaat yang akan dihasilkan oleh suntikan yang dilakukan. Dengan berbagai pertimbangan tersebut maka penting untuk memperhatikan dan mengetahui bahwa pada umumnya memang melakukan suntikan hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih dan berpengalaman sehingga tidak akan membahayakan pasien karena salah obat, tempat menyuntik, ataupun salah pilih jarum suntik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top